Rabu, 27 Mei 2015



MANAQIB SYEKH MUAHAMMAD SAMMAN AL-MADANI
بسم الله الرحمن الرحيم
احمد من اصطفى من عباده من شاء بالولاية وخصصه بحمل أسراره وجذبه منه اليه بسابق العناية وأشكره أن من علينا بالايمان بما جاءت به الأنبياء والأولياء من أسراره الربانية ووفقنا لمتابعة سنتهم البهية وأصلى وأسلم على من سجد له الملك وهو فى ظهر أبيه الصوري وعلى آله وصحبه وتابعيهم فى السبيل النوري  
Artinya : Aku memuji akan Allah SWT. Yang telah memilih Ia dari segala hamba-Nya akan orang yang dikehendaki-Nya dengan dijadikannya sebagai Waliyullah, menentukan Ia akan dia (wali) untuk membawakan segala rahasia-Nya. Dan Ia (Allah) menghampirkan akan dia dari pada-Nya kepada-Nya dengan sebab terdahulu pertolongan-Nya. Aku bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa Ia mengarunia atas kami dengan mengimani barang yang mendatangkan dengan dia oleh para nabi Allah dan segala waliyullah dari pada segala rahasia-Nya yang bangsa ketuhanan. Dan aku memohonkan rahmat dan sejahtera atas penghulu kita Nabi Muhammad SAW. Yang sujud kepadanya segala malaikat sedangkan ia (Muhammad) masih terkandung di dalam tulang belakang ayahnya yang zahirnya yaitu Nabi Adam as. Dan atas segala keluarganya dan sahabatnya dan segala yang mengikut akan mereka itu pada jalan yang nurani dari pada amal yang saleh.    
                Wa ba’du (dan sesudah tersebut di atas) kemudian dari pada itu maka berkatalah Syekh Siddiq Al-Madani Khalifah Sayyidi Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani ra. : Hai segala saudaraku manakala aku dengar dan aku lihat akan riwayat-riwayat dari pada guruku dari pada hadits Nabi saw. : Bermula pada ketika dibaca manakib aulia Allah itu diturunkan oleh Allah beberapa rahmat atas orang yang membaca dan orang yang mendengarkannya serta di i’tikadkannya dengan yakin hatinya bahwa orang itu benar-benar waliyullah. Dan aku (Syekh Siddiq) lihat pula beberapa murid yang dahulu itu mengarang ia akan manakib gurunya serta dibacanya pada tiap-tiap tahun sekali yaitu pada hari ketika wafatnya serta membaca Al-Qur’an, tahlil dan bersedekah mana sekuasanya tetapi hendaklah bersama-sama dengan orang banyak, maka tatkala aku dengar yang demikian itu yakni riwayat yang tersebut itu, maka sukalah hatiku mengerjakan seperti yang demikian itu atas sekedar fahamku yang bebal ini, serta aku himpunkan akan setengah keramat guruku yaitu Sayyidina As-Syaikh Sayyid Muhammad Samman ra, ahli syariat dan tareqat dan hakikat, yaitu quthub didalam negeri Madinah Rasul. Barang siapa berkehendak ziarah akan kubur Rasulullah saw. padahal tiada minta izin kepadanya (Syekh Sayyid Muhammad Samman Al-Madani) niscaya adalah ziarahnya itu sia-sia, jikalau sah pada dzahirnya sekalipun.
                Dan adalah tabi’at ra. itu kasih sayang ia kepada orang yang thalibul ilmi (penuntut ilmu) dan kepada orang yang alim-alim (orang yang berilmu) dan orang yang saleh-saleh (orang yang baik, yaitu orang yang selalu menunaikan hak Allah dan selalu menunaikan hak manusia) dan kepada segala orang-orang fakir dan miskin.
                Dan lagi pula suka ia berkhidmat kepada segala orang yang datang ziarah ke kubur Rasulullah saw. dari pada orang yang alim-alim dan orang yang saleh-saleh dan dari pada segala orang yang awam (umum) dan khawas (tertentu/utama). Dan adalah tabiat ra. itu ketika masih kecil hingga sampai had mursyidnya.
                Dan lagi pula ia sangat memuliakan ibu bapaknya, lagi pula mengekalkan musyahadah al-wujud dan muraqabah dan ibadah hingga ia meninggalkan dari pada adat dan melawani ia akan hawa nafsunya hingga dari pada yang halal sekalipun. 


bersambung,,,,,,,,,